·3 menit baca
Setelah Rilis: Apa yang Dibutuhkan (dan Berapa Biayanya) Agar Aplikasi Tetap Berjalan
Hari rilis adalah awal, bukan akhir. Berikut biaya rutin, jenis pekerjaan maintenance yang dibutuhkan setiap aplikasi, dan cara membaca kontrak support atau SLA sebelum menandatanganinya.
- maintenance
- app development
- sla
- hosting
- support

Sebagian besar anggaran aplikasi berfokus pada tahap pembangunan. Lalu aplikasi rilis, tim proyek pindah ke pekerjaan lain, dan tiga bulan kemudian ada yang rusak: callback pembayaran berhenti, aplikasi Android hilang dari hasil pencarian Play Store, atau marketplace mengubah API-nya. Software lebih mirip kendaraan daripada bangunan. Ia perlu servis rutin agar tetap berjalan.
Artikel ini membahas apa yang terjadi setelah rilis, supaya Anda bisa menganggarkannya sejak awal. Kalau Anda masih menghitung biaya pembangunannya, baca juga panduan kami tentang berapa biaya membuat aplikasi di Indonesia.
Biaya rutin
- Hosting dan infrastruktur. Server atau layanan cloud, database, penyimpanan file, CDN, dan backup. Semuanya bertambah seiring jumlah pengguna dan data.
- Domain dan sertifikat. Kecil, tapi lupa memperpanjang domain bisa membuat seluruh produk offline.
- Layanan pihak ketiga. Pesan WhatsApp Business API, peta, pengiriman email dan SMS, biaya payment gateway, API AI. Banyak yang ditagih per pemakaian, jadi ikut naik saat bisnis tumbuh.
- Akun app store. Apple mengenakan USD 99 per tahun untuk program developernya, dan Google biaya pendaftaran sekali bayar sebesar USD 25.
- Waktu maintenance dan support. Orang-orang yang menjaga semuanya tetap berjalan, dibahas di bawah.
Empat jenis maintenance
Korektif: memperbaiki bug
Tidak ada aplikasi yang rilis tanpa bug. Pengguna sungguhan menemukan kasus yang terlewat saat testing: format alamat yang tidak biasa, koneksi lambat, HP lama. Minggu-minggu pertama biasanya lebih sibuk, lalu jumlahnya mereda.
Adaptif: mengikuti perubahan
Lingkungan di sekitar aplikasi terus berubah. Apple dan Google merilis versi OS baru setiap tahun, dan Google Play mewajibkan aplikasi menargetkan level API Android yang cukup baru agar tetap tersedia untuk pengguna baru. Marketplace dan penyedia pembayaran mengubah API mereka. Regulasi juga berubah: Coretax mengubah cara bisnis di Indonesia menerbitkan faktur pajak, seperti yang kami bahas di apa itu Coretax dan dampaknya ke software bisnis.
Preventif: keamanan dan dependensi
Aplikasi modern dibangun di atas framework dan library open-source, dan celah keamanan di dalamnya ditemukan secara rutin. Bulan ini kami menambal sejumlah celah Next.js dan React di website kami sendiri dalam hitungan hari setelah diumumkan. Tanpa ada yang memantau dan memperbarui, aplikasi yang berjalan sempurna bisa menjadi sasaran empuk.
Perfektif: perbaikan kecil
Setelah aplikasi dipakai setiap hari, pengguna akan meminta perubahan: laporan baru, kolom tambahan, alur yang lebih cepat. Alokasi kecil setiap bulan untuk hal ini menjaga produk tetap berguna tanpa harus memulai proyek baru setiap kali.
Berapa yang perlu dianggarkan
Patokan yang umum dipakai adalah 15 sampai 20 persen dari biaya pembangunan awal per tahun untuk maintenance, di luar hosting dan biaya pihak ketiga. Aplikasi dengan banyak integrasi atau yang terikat regulasi berada di batas atas; tools internal sederhana di batas bawah.
Membaca kontrak support atau SLA
Support biasanya dijual dalam tiga bentuk: pekerjaan per jam sesuai kebutuhan, retainer bulanan dengan jatah jam tertentu, atau service level agreement (SLA) dengan waktu respons yang dijamin. Saat membaca SLA, periksa:
- Tingkat keparahan. Apa yang dianggap kritis (sistem mati atau bisnis merugi) dan apa yang minor (salah ketik di halaman)?
- Waktu respons dan waktu penyelesaian. "Respons dalam satu jam" berarti ada yang menanggapi, bukan berarti masalahnya selesai.
- Jam support. Hanya jam kerja, atau juga malam dan akhir pekan untuk masalah kritis?
- Target uptime. Uptime 99,9% masih memperbolehkan sekitar 43 menit downtime per bulan. Pahami apa yang dijanjikan dan apa konsekuensinya kalau tidak tercapai.
- Pengecualian. Fitur baru, gangguan layanan pihak ketiga, dan perubahan atas permintaan Anda sering berada di luar SLA.
Yang seharusnya sudah ada sejak hari pertama
- Monitoring dan alert, agar masalah ketahuan sebelum pelanggan melapor.
- Backup otomatis dengan proses restore yang sudah pernah diuji.
- Dokumentasi dan serah terima kredensial, agar Anda tidak bergantung pada satu orang.
- Kepemilikan yang jelas: source code, domain, akun cloud, dan akun app store sebaiknya atas nama perusahaan Anda.
Kalau Anda punya aplikasi yang terbengkalai sejak rilis, atau sedang merencanakan aplikasi dan ingin biaya operasionalnya jelas sebelum mulai, ngobrol dengan CodeWorks. Kami bisa meninjau kondisinya dan menyarankan paket support yang sesuai.